oleh

Waspada Puncak Musim Hujan

SUMEKS.CO-Bulan Februari diprediksi menjadi puncak musim hujan di Indonesia. Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi banjir, longsor, banjir bandang, dan gelombang tinggi akibatcurah hujan yang tinggi.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya mengatakan curah hujan wilayah Indonesia pada Februari ini terbagi menjadi tiga dasarian (periode per 10 hari) berada di kriteria menengah dengan intensitas curah hujan 50-150 mm per dasarian.

“Berdasarkan analisis spasial distribusi curah hujan, hingga akhir Januari 2020, 99 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan. Sedangkan 1 persen wilayah masih mengalami musim kemarau,” katanya di Jakarta.

Dibeberkannya, wilayah yang sudah memasuki musim hujan meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, sebagian besar Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Daerah yang telah memasuki musim hujan pada Februari ini akan menjadi puncak musim hujan.

“Akan terjadi curah hujan tinggi tidak hanya di Jabodetabek, tapi di wilayah Indonesia lainnya. Masih harus waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi banjir, banjir bandang, longsor, dan gelombang tinggi,” katanya.

Dijelaskan Dwikorita pada dasarian pertama Februari wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi berada pada Sumatera Barat bagian selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, Kalimantan Barat bagian utara, Sulawesi Tenggara bagian utara, Sulawesi Selatan bagian utara, dan Papua bagian tengah.

“Pada dasarian kedua, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi berada di Jambi bagian barat, Jawa Barat bagian timur, Jawa Tengah bagian timur, dan Papua bagian tengah. Pada dasarian ketiga Februari wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi berada di Papua bagian tengah,” terangnya.

Dikatakananya, perkiraan puncak musim hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia ini berdasarkan hasil analisis BMKG yaitu fenomena gelombang atmosfer (Kelvin Wave dan Equatorial Rossby), MJO, dan Angin Monsun Asia yang berkontribusi cukup signifikan dalam proses pembentukan awan hujan. Selain itu, kondisi suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan massa uap air secara lokal.

Saat ini terpantau Siklon Tropis “Damien” (962 hPa) yang bergerak ke arah selatan menjauhi wilayah Indonesia. Siklon ini berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara.

“Kami pun mengimbau kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, kilat petir, pohon tumbang, dan jalan licin,” katanya.

Sementara itu Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dalam keterangannya di laman resmi BNPB meminta masyarakat waspada dengan peringatan dini BMKG.

Masyarakat diminta waspada dengan dampak dari puncak musim hujan.

“Masyarakat diimbau untuk sekali lagi selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun petir. Masyarakat dapat terus memantau informasi prakiraan cuaca maupun informasi kewaspadaan terkait cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, BNPB dan BPBD,” katanya.(gw/fin)

Komentar

Berita Lainnya