oleh

Waspadai Konflik Pilkada 2020

-Politik-150 views

SUMEKS.CO-Isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), konflik horizontal, dan politik uang masih menjadi ancaman di Pilkada 2020 mendatang. Diprediksi, daerah yang berpotensi konflik adalah di wilayah Papua.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memaparkan potensi kerawanan pelaksanaan Pilkada 2020 yang berlangsung di 270 daerah di seluruh Indonesia salah satunya adalah Papua. Ia mengatakan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada, pihaknya menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu Polri sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memberikan perhatian khusus dalam pengawasan Pilkada 2020 untuk Papua dan Papua Barat. Kondisi geografis dan faktor keamanan menjadi alasan Bawaslu menyusun langkah khusus untuk dua provinsi tersebut.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, pihaknya menargetkan akan merampungkan pemetaan potensi konflik pemilihan kepala daerah serentak pada Januari mendatang. “Pemetaan masih diproses. Input data belum selesai. Kita harapkan bulan Januari itu sudah terlihat potensi konflik mana yang paling besar,” jelas Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Hanya saja, untuk Papua dan Papua Barat akan menjadi perhatian khusus. Selain daerah yang jauh, transportasi juga menjadi masalah. Faktor penyebab kerawanan lain yakni masih adanya daerah yang menggunakan sistem noken. Di mana masyarakatnya tidak mengenal istilah one man one vote.

Ada juga beberapa potensi yang akan menjadi penyebab konflik lain. Antara lain politik identitas, politik uang atau netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara). Menurutnya, kemungkinan konflik di Pilkada 2020 bisa saja meningkat dibandingkan penyelenggaraan pemilu pada periode sebelumnya. Mengingat jumlah daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan mencapai 270 daerah.

Ia menambahkan, Bawaslu akan mengikuti alur pengamanan yang sudah dipersiapkan oleh TNI dan Polri untuk kedua provinsi. Untuk di wilayah Papua, ada 20 daerah di Papua dan Papua Barat yang ikut menyelenggarakan Pilkada. Di Papua ada Kabupaten Nabire, Kabupaten Asmat, Kabupaten Keerom, Kabupaten Warofen, Kabupaten Merauke, Kabupaten Membramo Raya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Yalimo.

Sementara di Papua Barat ada Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Manokwari.(khf/fin/rh)

Komentar

Berita Lainnya