oleh

Waspadai Naiknya Kasus Corona di Eropa

JAKARTA – Paska libur panjang akhir Oktober lalu, kasus positif Covid-19 hingga saat ini masih relatif terkendali. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, ada kemungkinan tren kasus saat ini karena jumlah pemeriksaan yang dilakukan menurun. Saat ini, sudah sembilan hari paska libur panjang, ia berharap tak ada kenaikan kasus positif.

“Biasanya, kenaikan kasus terjadi 10-14 hari setelah libur panjang. Akan kita amati bersama, tapi kalaupun naik sampai dengan sebelum libur panjang dan tidak naik lebih tinggi lagi, artinya kemampuan nasional dan masyarakatnya bekerjasama dalam mengantispasi kenaikan kasus (terutama pada libur panjang) sudah berjalan dengan baik,” ujarnya saat menyampaikan update penanganan Covid-19, kemarin.

Ia menyebut, melihat kondisi nasional dimana angka kasus aktif turun, kesembuhan meningkat dan kematian menurun, trennya saat ini terkendali. Membaiknya kondisi saat ini, diharapkan, masyarakat tetap waspada karena di Eropa kasusnya sedang naik.

“Kita harus waspada jaga perbatasan terutama pada pekerja migran yang kembali atau umroh yang sudah mulai dan besok kembali ke Indonesia. Harus menerapkan karantina dan testing dengan baik agar tidak ada import case ke Indonesia. Selama bisa jaga seperti itu, bisa saja di tempat lain naik, Indonesia tetap terjaga karena kita sudah berpengalaman delapan bulan bekerjasama dan ini prestasi bersama bangsa Indonesia,” ungkap Wiku.

Saat ini, kasus aktif Covid-19 kian menurun dengan hanya 12,52 persen. Angka tersebut jauh lebih baik dari rata-rata dunia yang mencapai 26,79 persen kasus aktifnya.

“Kita lebih rendah, selisihnya 14,27 persen. Dan ini dari waktu ke waktu selalu turun kasus aktifnya. Suatu prestasi nasional bersama, ternyata masyarakat dan pemerintah bisa sama-sama mengendalikan kasus,”bebernya. Sementara jumlah kasus sembuh juga membaik, ditengah terus naiknya kasus dunia. Indonesia kasus sembuhnya cukup tinggi dengan 84,14 persen, sedangkan global 70,71 persen selisih 13,4 persen.(rei)

Komentar

Berita Lainnya