oleh

Wisata Desa Punya Peluang Cepat Reborn karena Potensi Luar Biasa

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyiapkan formula membangkitkan ekonomi nasional yang dimulai dari desa paska pandemi Covid-19.

Formula yang disiapkan dengan memaksimalkan potensi lokal melalui desa wisata, produk pertanian, pemasaran online dan permodalan BUMDes. Ekonomi desa sendiri diperkirakan memiliki peluang lebih cepat melakukan reborn karena potensinya yang luar biasa.

“Wisata desa kita cukup banyak, dalam situasi Covid-19 ini berhenti aktifitas. Sekarang masyarakat kita sudah pada titik jenuh, ingin menikmati suasana nyaman di lingkungannnya masing-masing. Nah, reborn ini akan terjadi ledakan wisata desa dengan kunjungan yang maksimal. Ini sudah diantisipasi dengan gerakan padat karya tunai desa (PKTD) untuk pemeliharaan perawatan dan penyempurnaan tempat wisata. Jika reborn, perputaran ekonomi meningkat, sehingga pendapatan BUMDes naik karena hampir 100 persen ada dibawah naungannya,” ujar Abdul Halim Iskandar, Mendes PDTT.

Lanjutnya, BUMDes memiliki peluang mendapat dana segar dari dari reborn-nya wisata selain itu juga dari produk pertanian yang selama ini mengalami penurunan.

“Dengan begitu, dana desa bisa digunakan untuk menambah modal BUMDes,” katanya. Ia juga menyebutkan, ekonomi desa berpeluang lebih cepat reborn dengan optimalisasi kelompok pertokoan yang ada di 6.809 desa, pasar dengan pembangunan permanen di 6.236 desa, pasar dengan bangunan semipermanen di 8.781 desa, pasar tanpa bangunan di 4.317 desa, hotel di 1.709 desa, penginapan di 3.429 desa, BUMDes di 50.199 desa yang aktif bertransaksi 37.125 BUMDes.

“Selain itu, juga ada lahan intensifikasi di kawasan transmigrasi 1,8 juta Ha yang sudah siap pakai 509 ribu Ha. Lalu ada desa pertanian pangan 65.325 desa dan pertanian non pangan 4.748 desa,” jelasnya.

Dengan potensi tersebut, ia berkeyakinan bahwa apapun yang berkembang di desa, kemudian terakumulasi dan agregatnya adalah kesejahteraan, kemaslahatan, pertumbuhan ekonomi yang nantinya juga menyejahterakan bangsa dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kalau kita fokus membangun desa pada hakikatnya kita membangun Indonesia. Karena desa adalah Indonesia dan Indonesia adalah desa,” tukasnya.

Fadjroel Rachman, Jubir Presiden menambahkan, desa menjadi tulang punggung ketahanan dan keberlanjutan hidup bang. Sehingga, ia sepakat dengan gagasan reborn ekonomi desa. “Sesuai arahan Presiden, bahwa pembangunan nasional harus berbasis dari desa, baik itu sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Berdasarkan BPS 2018, jumlah desa sebanyak 74.517 desa da 919 nagari (Sumbar) dan 8.444 kelurahan (administrasi perkotaan). Ia setuju dengan gagasan reborn ekonomi desa.

Katanya, perlu ada modernisasi desa. Hanya saja untuk melakukannya ada tantangan. Seperti karakter desa yang berisi mosal sosial, termausk kebijakan lokal yang mampu mendorong proses pembangunan.

Kedua, administrasi modern seperti transparansi, efektivitas dan akuntabilitas.

“Perlu ada kerjasama lintas peranan menjawab tantangan mempertemukam karakter desa dan konsep administrasi modern. Ketika berhasil menjawab tantangan, maka desa bisa makin kuat dalam melakukan pembangunan dan mendorong investasi dalam pembangunan,” ungkapnya.(rei)

Komentar

Berita Lainnya