oleh

Wisuda Ke-36 Polsri Dilakukan Secara Semi Drive-Thru

SUMEKS.CO- Palembang– Agar tetap khidmat dan  meriah  saat pandemi, ini model wisuda  yang dilakukan oleh Politeknik Negri Sriwijaya (Polsri) Palembang, Sabtu (24/10) tadi siang. Ya, metode wisudanya  yang ke 36 ini  pemindahan kunciornya Semi Drive-thru, dan sambutanya daring.

Ya, sebanyak 1988 wisudawan/wisudawati  dari 23 program studi (prodi), telah melakukan prosesi  pemindahan kuncir,  dipimpin langsung  Direktur Polsri Dr. Ing. Ahmad Taqwa MT. Wisudawan turun dari kendaraan, mobil atau motor,  langsung berjalan menuju kursi direktrunya dan dilakukan pemindahan kuncir. Setelah itu wisudawan  menuju mobil atau motor yang ditumpangi lagi.  Dan langsung pergi meninggalkan arena tersebut

Pada gladi sebelumnya telah disepakati. Para wisudawan  dan  panitia  diwajibkan  mematuhi  protokol kesehatan  covid  19  dengan memakai masker dan menjaga jarak minimal satu meter.  Calon wisudawan yang sakit tidak diperkenankan mengikuti wisuda.  Seluruh calon wisudawan akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

“Wisuda kali ini terasa istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dimasa pandemi prosesi wisuda ke-36 Polsri dilakukan secara semi drive thru dan dapat diikuti oleh orang tua/wali secara daring atau online, “ujar Direktur Polsri dalam rilisnya.

Dirinya merincikan dari total wisudawan/wisudawati sebanyak 1.888 orang lulusan terdiri dari program diploma (DIII) 1296 orang, Program sarjana terapan (D4) sebanyak 578 orang dan Magister (S2) terapan sebanyak 14 orang.

“Dengan diwisudanya alumni baru Polsri hari ini, maka jumlah alumni Polsri sejak berdirinya pada tahun 1982 berjumlah 33.591 orang alumni”. Tambahnya melalui dalam rekaman yang disiarkan melalui kanal You Tube.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polsri Edi Aswam mengatakan bahwa prosesi wisuda rencana akan menerapkan full  drive thru.  Namun, sempat mendapatkan penolakan dari calon wisudawan/wisudawati.

“Makanya kami adakan secara semi drive thru karena calon wisudawan/wisudawati menolak dilakukan full drive thru yang saat pengunciran toga dilakukan di dalam mobil”, Sebut Edi ditemui disela-sela acara.

Dirinya menambahkan, pihaknya selaku panitia mengambil jalan tengah dan sesuai kesepakatan antara rektorat dan calon wisudawan/wati setiap mereka hanya diberikan waktu maksimal 28 detik untuk mengikuti prosesi pemiondahan kuncir. ”Ini dilakukan  guna mencegah penyebaran virus Covid-19″. Tandasnya. (mud/fdl)

Komentar

Berita Lainnya