oleh

Wujudkan Peradaban Islam, Integrasikan Pesantren-Perguruan Tinggi

PALEMBANG – Berharap Alquran tidak hanya dibaca saja, namun juga harus menjadi bagian penting dari kehidupan sekarang ini dan juga menjadi lokomotif terhadap gerakan membumikan spirit dan pesan Alquran di Sumsel, Minggu (11/4) di Ponpes Tahfidz Ki Marogan dideklarasikan pembentukan Ikatan Sarjana Al-Qur’an Indonesia (ISQI) Provinsi Sumsel.

Apalagi, sebagai salah satu kota yang menjadi pusat peradaban Islam di era Kesultanan Palembang Darussalam, ini menjadi suatu langkah yang sangat penting, jika para ulama ataupun tokoh Islam dan intelektual bersama-sama ikut terlibat aktif dalam kegiatan yang dilakukan ISQI yang bertujuan menjadi lokomotif dari gerakan membumikan spirit dan pesan-pesan yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

“ISQI misinya, merupakan perpaduan kekuatan ulama dan akademisi. Sifat dari gerakan ISQI sendiri melampaui sekat-sekat mazhab dan golongan. Tidak itu saja, ISQI juga nantinya akan melampaui dikotomi sains dan wahyu Allah. ISQI juga akan menjadi rumah yang subur bagi lahirnya prakarsa dan program yang bersifat Rahmatan Lil ‘Alamin terutama di Provinsi Sumsel ini,” ungkap Ketum DPW ISQI Sumsel, Ustad H MGS Ahmad Fauzan Yayan Al-Hafidz didampingi Ketua Dewan Pakar ISQI Sumsel, H Subki Sarnawi dibincangi disela-sela pelantikan dan deklarasi.

Hanya saja, untuk mencapai misinya itu, tentunya ada tantangan yang juga harus dihadapi oleh ISQI kedepannya. Diantaranya, meningkatkan kesadaran dan literasi warga terhadap Al-Qur’an.

Yang juga tidak boleh dilupakan, pesan dan spirit Al-Qur’an menjadi warga ke dalam pembangunan dan penyusunan kebijakan publik di Sumsel. Sehingga ini nantinya, ulama serta intelektual maupun akademisi terus berinteraksi dan meracik gagasan dan aksi melalui ISQI tersebut.

“Banyak peran yang bisa kita lakukan, diantaranya program untuk kurangi angka kemiskinan penduduk dengan mengoptimalkan fungsi sumber daya umat. Baik itu melalui jaringan tokoh, aset, lahan, kesadaran filantropi serta fungsi masjid. Harapannya ini menjadi bola salju yang terus bergulir dengan harapan mewujudkan peradaban yang luhur bersendikan Al-Qur’an yang lama kita idamkan. Kita juga ingin tunjukkan bahwa Al-Qur’an lah solusi atas apa yang dirasakan masyarakat selama ini,” tegasnya diamini pengurus yang lain.

Sekjen ISQI, Syahrul Efendi Dasopang mengungkapkan, selain pengurus di tingkat DPW, hendaknya ini bisa juga dibentuk ditingkat cabang maupun jua di tingkat ranting. Sebagaimana yang diketahui bersama, sekarang ini ada terjadi disorientasi sehingga ini tidak fokus lagi. Oleh karena itu, sebagai umat yang mempercayai Al-Qur’an ini sebagai petunjuk dan tidak terombang ambing oleh pengaruh global.

Sebab hal ini terjadi menimbulkan ketegangan dan tidak kondusif, karena itu, diberikan hidayah dan petunjuk ini agar selalu berjalan di jalan yang ada dalam Alquran. Sehingga pentingnya ada sinergi, sehingga yang diberikan Allah melalui Al-Qur’an dan contoh dari Sunnah nabi. Terlebih lagi, sejauh ini terjadi sekat mazhab. Sehingga hal ini menimbulkan dikotomi sains.

“Karena itu, ISQI menjadi wadah kita bersama untuk menyatukan visi dan paradigma. Sehingga menjadi wujud dalam pribadi kita benar-benar terjadi. Untuk itu, kita juga harus senantiasa mengintegrasikan kekuatan dari umat Islam yakni pesantren serta perguruan tinggi. Sebab bila keduanya mampu kita integrasikan, maka bukan tidak mungkin peradaban Islam berdasar kepada Al-Qur’an akan terwujud,” tutupnya. (afi)

Komentar

Berita Lainnya