oleh

Wujudkan Sungsang Destinasi Wisata

BANYUASIN – Mewujudkan Sungsang menjadi destinasi wisata baik itu domestik dan mancanegara, diperlukan berbagai pembenahan.

Kegiatan ini merupakan program kemitraan Multipihak dalam pengelolaan sampah yang difasilitasi oleh ZSL – Kelola Sendang (Wijaya Asmara) didukung oleh Kades Sungsang IV, Romi Adi Candra.

Juga dibantu pihak terkait pemerintah desa, Satpol Airud, Ibu PKK, TNI AL, lembaga adat, dan karang taruna serta BPD.

Kegiatan dalam bentuk aksi terdiri dari kegiatan pungut sampah dan penyadaran (Ekobrik/pemilahan sampah). Aksi pungut sampah juga dilakukan  bersama di SDN 03 Sungsang IV.

Diakui, permasalahan sampah menjadi hal yang menjadi perhatian pihaknya, karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Bahkan sampah tersebut sudah menyatu dengan tanah.”Kita laksanakan kegiatan ini untuk menjadikan Desa Sungsang menjadi Desa Wisata,”kata Kepala Desa Sungsang IV, Romi Adi Candra, hari ini.

Memang pada tahap awal kegiatan berupa aksi pungut sampah bersama ini dilakukan di sekolah, yaitu masyarakat sekitar menjadi malu.

Kepada anak – anak yang bisa menjaga lingkungan sekolahnya bersih tanpa sampah.

”Itu maksudnya, kita mulai gerakan aksi pungut sampah ini di sekolah terlebih dahulu,”tuturnya.

Masih kata Romi, kendati sampah telah diambil dan dipungut, pihaknya belum memiliki alat angkut untuk membawa sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

”Alat buang angkut jadi masalah, apalagi jarak ke TPS cukup jauh dan sampah yang dibawa cukup banyak,”keluhnya.

Selain permasalahan sampah, Romi mengungkapkan, masalah air bersih, ikut menjadi permasalahan penting di Sungsang.

”Kemudian sosialisasi tentang pariwisata, yang menjadi kendala dalam mewujudkan Desa Wisata di Sungsang,”terangnya.

Pihaknya sendiri ingin membangun track Mangrove, akan tetapi untuk melaksanakan hal tersebut, belum dapat terlaksana.”Kita masih belum bisa,”ungkapnya.

Seperti diketahui, wacana menjadikan Desa Sungsang yang berada di Kecamatan Banyuasin II sebagai Desa Wisata, sudah berlangsung lama.

Bahkan beberapa waktu lalu, saat HUT Sungsang pada tahun 2018 lalu, yang dihadiri mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Salah satu tokoh adat Sungsang menginginkan Desa Sungsang dijadikan destinasi wisata, karena memiliki potensi sumber daya alam, hayati dan lain sebagainya.

Seperti kekayaan alam berupa Taman Nasional Sembilang, selanjutnya kuliner yaitu pempek udang, kemplang.

Kegiatan ini merupakan program kemitraan Multipihak dalam pengelolaan sampah yang difasilitasi oleh ZSL – Kelola Sendang (Wijaya Asmara) didukung oleh Kades Sungsang IV, Romi Adi Candra.

Juga dibantu pihak terkait pemerintah desa, Satpol Airud, Ibu PKK, TNI AL, lembaga adat, dan karang taruna serta BPD.

Kegiatan ini dalam bentuk aksi terdiri dari kegiatan pungut sampah dan penyadaran (Ekobrik/pemilahan sampah).

 

 

 

(qda)

Komentar

Berita Lainnya