oleh

Yahya, Warga OKI Pembunuh Driver Ojol di Pangkal Pinang Dijerat Pasal Berlapis

*Bahkan Bisa Hukuman Mati atau Seumur Hidup

ABDULLAH YAHYA (32), warga OKI yang menjadi pelaku pembunuhan sadis dengan korban, Ayu Carla (29), janda tanpa anak warga Kerabut, Pangkalpinang, terancam tua di penjara. Soalnya, Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yaitu 338 KUHP, dan Pasal 365 ayat 3 KUHP.

KASAT Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra menegaskan pihaknya melakukan penyidikan intensif terkait penerapan pasal berlapis. Katanya, ada dua pasal berlapis yang dikenakan kepada pelaku, yakni pasal 338 KUHP Pasal 365 ayat 3 KUHP. Publik diminta untuk tetap tenang hingga kasus menuju persidangan. Hal ini, dijelaskan atas komentar yang beredar di media sosial.

“Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 ayat 3 KUHP masing-masing hukumannya 15 tahun kurungan penjara. Jadi bila ditotal ancaman hukumannya menjadi 30 tahun penjara,” jelas Adi Putra.

Mantan Kapolsek Bukit Intan ini menambahkan, untuk pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak kejaksaan. Pasalnya, ada unsur pidana yang masih perlu satu persepsi dengan jaksa, bila nanti jaksa sudah satu persepsi, maka pasal 340 KUHP juga akan dikenakan kepada pelaku Abdullah Yahya.

“Dalam Pasal 340 KUHP berbunyi “Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun,” urainya.

Dari uraian bunyi pasal diatas, bisa disimpulkan bahwa Pembunuhan Berencana itu memiliki dua unsur, yaitu unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif yaitu dengan sengaja, atau dengan rencana lebih dahulu, sedangkan unsur obyektif perbuatan (menghilangkan nyawa), Obyeknya (nyawa orang lain).

“Untuk unsur subyektif ini yang harus kami dalami kembali dengan berkoordinasi ke jaksa sehingga kami satu persepsi hukum. Kami jelaskan ini dengan maksud jangan sampai ada multitafsir atau fitnah dalam proses penyidikan yang kami lakukan,” tutupnya

Dibunuh Lalu Dikarungi, Tapi Dibiarkan di Penginapan?

PAGI Sabtu menjelang siang (14/11), warga daerah ini benar-benar dibuat geger. Mayat janda muda bernama, Ayu Clara (29) warga Kelurahan Jerambah Gantung, Pangkalpinang ditemukan dalam karung di belakang kamar Penginapan OYO Dewi Lestari, Kacang Pedang.

DARI kondisi saat ditemukan, kuat dugaan janda muda yang berprofesi sebagai driver ojek online ini memang dibunuh. Dan untuk menghilangkan jejak, pelaku sengaja mengarungi mayat korban.

Hanya saja, mayat korban yang sudah dikarungi itu dibiarkan saja tergeletak di belakang kamar penginapan hingga mengluarkan bau tak sedap karena diduga sudah beberapa hari di tempat tersebut.

Terkuaknya mayat dalam karung ini, bermula dari office boy (OB) penginapan yang akan melakukan tugasnya membersihkan kamar.

“Sekitar jam 09.00 pas nyapu dan membersihkan kamar, ada bau menyengat dalam karung, ternyata mayat,” kata sang OB penginapan seperti tak mampu menyembunyikan kekagetannya.

Mengetahui hal ini, OB langsung melapor ke pengelola, lalu pengelola penginapan menghubungi Kepolisian.

Menerima laporan, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra langsung terjun ke lokasi untuk melakukan proses identifikasi korban.

“Kita mendapat laporan, cleaning Service yang mengetahui saat bersih-bersih. Dia mencium bau tak sedap dan menemukan karung berisi mayat,” jelas AKP Adi Putra.

Dimungkinkan mayat tersebut sudah tiga hari atau lebih berada di tempat tersebut. Ada bercak darah di dalam ruangan dan pihaknya memiliki bukti petunjuk. Saat ini tim Buser masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Saat ditemukan mayat dalam posisi telungkup karena langsung dimasukkan ke dalam karung 50 kg.

“Kami masih dalami, ada bukti petunjuk yang kami dapat. Sekarang lagi bergerak semoga dalam waktu singkat dapat menangkap pelaku,” tutupnya.

Dari keterangan saksi, kamar nomor 11 tempat ditemukan mayat tersebut sudah kosong selama 4 hari. Sementara, kamar tersebut sering diisi oleh mantan pegawai penginapan.

Di sisi lain, motor BeAt Nopol BN 4578 PC yang biasa digunakan korban ngojek raib. Dari sini, salah satu yang tengah dicari adalah kolega korban bernisial Y yang tak diketahui keberadaanya setelah kematian korban. Apakah Y terkait dengan kematian korban, dan motor korban juga ada bersama Y, ini tampaknya misteri yang belum terkuak di balik tragisnya kematian janda tanpa anak itu? (tob)

Komentar

Berita Lainnya