oleh

Yang Order Kambing Baru 10, Biasanya Sudah Laku 50 Ekor

LUBUKLINGGAU – Penjualan hewan kurban ditengah pandemik Covid-19 di Kota Lubuklinggau saat ini sepi pesanan.

Khususnya untuk penjualan hewan kurban kambing yang biasanya sebulan jelang hari raya Idul Adha sudah banyak yang melakukan pemasanan, saat ini justru sebaliknya.

“Alhamdulillah ada juga rezeki yang sebagian gak seperti tahun yang sudah-sudah. Biasanya jauh-jauh hari sudah 50 ekor peminat, ini baru 10 ekor. Jadi jauh turun dari tahun yang kemarin. Sebab korona ini banyak peminatnya kurang,” kata Asri, peternak sekaligus penjual hewan kurban kambing di wilayah Kelurahan Tanah Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Ia menjelaskan, biasanya pembeli sudah dari jauh-jauh hari melakukan pemesanan kambing kurban.

“Biasanya dipesan dari kurang sebulan setengah sudah pesan bisa 50 ekor dari daerah Muratara, Tugumulyo. Ini belum. Saat ini baru 10 ekor dari kawasan kota Lubuklinggau saja (pembeli),” bebernya.

Asri mengaku tidak tahu apa yang menyebabkan pemesanan kambing untuk kurban sepi. Ia menduga kemungkinan karena dampak covid 19 hingga mengakibatkan perekonomian atau pendapatan masyarakat dari usaha getah karet menjadi murah. “Getah murah. Namanya pembeli ini dari usahanya karet,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap optimis kalau penjualan kambing untuk kurban tetap akan ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Perkiraan mulai ramai satu minggu itu yang meledak pembelian. Tapi tidak tahu juga kalau tahun ini. Mudah-mudahan korona habis, biar tidak ada lagi kendala pembelian,” imbuhnya.

Kambing untuk kurban yang dijual Asri harganya bervariasi perekornya. Mulai dari harga Rp2 juta sampai Rp3,5 juta. Sedangkan yang paling mahal yakni jenis kambing Etawa yang harganya Rp4 juta.

“Banyak dibeli kambing blasteran Etawa. Karena badannya besar, tegak, besar tinggi, dagingnya lumayan,” katanya.

Lebih lanjut, bagi pembeli yang telah melakukan transaksi pembelian dan meminta untuk sementara dititip otomatis dikenakan biaya tambahan.

“Misal harga kambung Rp3,3 juta, jadi Rp3,5 juta. Sedangkan kalau dibawa harganya tetap dengan harga Rp3,3 juta. Jadi dikenakan biaya upah perawatan dan jaga. Kita tidak mau mengecewakan konsumen,” timpalnya.

Asri menambahkan, kambing kurban yang dijualnya sebagian besar merupakan hasil ternakan. Adapula yang dikirim dari Lampung.

“Saat ini ada stok 100 ekor untuk disini sama yang dibelakang. Untuk harga saat ini standar, bahkan ada juga yang nawar, kita kasih,” pungkasnya. (wek)

Komentar

Berita Lainnya