oleh

Yayasan Teratai Kembangkan Pusdiklat Budhayana di Talang Buruk

Palembang- Pesatnya pertumbuhan dan penyebaran umat Budha terutama Budhayana, mendorong untuk mampu mengapresiasi kebutuhan masyarakat tadi terkait dengan kegiatan agama dan pendidikan.

Dari dasar itulah, pada bulan September 2020 mulai dilakukan pembangunan Pusdiklat Budhayana di kawasan Jl Talang Buruk, KM 7 itu. Yang mana, selain pusdiklat sebagai pusat pendidikan dan penguatan iman serta keyakinan, juga pembekalan wisudhi.

“Awalnya saya dan Tono Alamsyah Anton yang melihat banyaknya umat budhayana di KM 7 terutama dari warga Tionghoa. Akan tetapi, selama ini belum memiliki Vihara Budhayana yang melakukan pembinaan dan penyebaran budhadharma. Dari situlah, timbul niatan kita untuk bentuk Yayasan Teratai Budhayana tanggal 4 Juli 2020 silam. Kemudian, barulah di bulan September 2020 lalu kita mulai pembangunan pusdiklat ini,” ungkap Pembina Yayasan Teratai Budhayana, Sukartek dan rekan, Tono Alamsyah di Pusdiklat Budhayana Sriwijaya, Ahad (2/5) siang.

Bahkan menurutnya, selain sebagai tempat untuk kegiatan pembekalan budhadharma bagi umat, nantinya ini juga bisa dimanfaatkan untuk tempat suka dan duka.

Baik itu untuk proses pemberkatan maupun juga membantu umat yang akan melakukan kremasi di Rumah Duka Nirvana. Tidak itu saja, nantinya juga berbagai kegiatan baik itu bakti sosial dan sejenisnya tetap dilakukan.

“Melihat potensi yang ada dan banyak umat, tentunya membutuhkan sebuah wadah dan tempat yang pas untuk itu. Jadi ini diharapkan mampu. Bahkan ini juga bisa digunakan pemberkatan bagi warga sekitar. Sehingga tidak terpusat di satu tempat saja. Bahkan nantinya ini menjadi satu wadah berkumpulnya umat Budha yang tergabung di dalam Keluarga Budhayana Indonesia (KBI),” terangnya.

Ketua Pusdiklat Budhayana Sriwijaya, UAP Girinanda Sujarwoto mengatakan, walaupun secara resmi masih proses pembangunan. Namun sejauh ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Baik itu yang dilakukan secara online maupun juga tatap muka langsung di pusdiklat yakni penguatan keyakinan dan pembekalan wisduhi yang diikuti 100 anak.

Bahkan tidak hanya itu, ke depannya akan dikembangkan untuk mengadakan sekolah Minggu.

“Untuk saat ini kita masih pembekalan wisduhi dulu, sekaligus persiapan hari Tri Suci Waisak. Namun nantinya juga akan diadakan sekolah Minggu. Oleh karena itu, juga menjadikan pusdiklat ini untuk kegiatan retret bagi pemuda dan pengurus. Bahkan juga digunakan untuk kegiatan pabajja. Hingga puncak perayaan Waisak, dengan pembacaan sutera dan pembeberan dharma,” tutup Sujarwoto. (AFI)

 

 

 

Komentar

Berita Lainnya