oleh

YLKI Sesalkan Kenaikan Nilai Iuran BPJS Kesehatan

PALEMBANG – Keputusan pemerintah memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan 2020 setelah kenaikan pada tahun ini dibatalkan Mahkamah Agung (MA), dinilai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel RM Taufik Husni SH MH sangat memberatkan masyarakat.

Pihaknya terkejut dengan adanya kenaikan BPJS kesehatan ini. Padahal sebelumnya pada 1 April kenaikan iuran BPJS Kesehatan dibatalkan MA. “Tiba-tiba ada kenaikan iuran BPJS kesehatan Juli-Desember. Kenaikan ini terkesan sembunyi sembunyi, apalagi ini dalam kondisi sulit di tengah COVID-19,” kata Taufik Husni, Kamis (2/7).

Taufik mengungkapkan, Perpres kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu dibuat tanpa konsultasi publik. Sehingga terkesan sembunyi sembunyi.

“Secara sosial ekonomoni, kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini tidak mendapat empati masyarakat. Karena ekonomi lagi terpuruk. Jadi kami menganggapnya mengejutkan. Jadi kenaikan BPJS kesehatan itu memberatkan, dan membuat semua terkejut,” ujarnya. (nur)

Komentar

Berita Lainnya